Taman Jayengrono, Taman Tertua Penuh Nilai Perjuangan di Surabaya

Selain mendapat sebutan sebagai kota pahlawan, Surabaya juga sangat terkenal dengan obyek wisata alamnya berupa taman kota. Ibukota Provinsi Jawa Timur ini memang punya banyak sekali taman-taman yang tersebar di berbagai wilayah. Bahkan tidak sedikit dari taman-taman tersebut yang usianya sudah sangat tua, misalnya Taman Jayengrono.

Kisah masa lalu

Taman Jayengrono merupakan sebuah obyek wisata alam bernuansa perkotaan yang terletak di kawasan wisata sejarah Jembatan Merah. Banyak yang menyebut jika Taman Jayengrono adalah salah satu taman kota tertua di Surabaya. Menurut dugaan taman tersebut sudah dibuat sekitar abad XIX.

Pada zaman penjajahan dulu, kawasan Jembatan Merah merupakan pusat pemerintahan kota Surabaya yang ketika itu berstatus sebagai karisidenan. Di masa tersebut, kawasan ini sering disebut sebagai daerah Willem Plein. Penyebutan ini juga ditujukan pada sebuah taman yang sekarang telah berganti nama menjadi Taman Jayengrono.

Perubahan nama dari Taman Willem Plein yang diganti menjadi Taman Jayengrono adalah wujud penghormatan terhadap sosok yang menjabat sebagai Bupati pertama Surabaya, yaitu Jayengrono.

Daya tarik dan kegiatan

Terdapat banyak sekali pemandangan unik yang dapat disaksikan oleh pengunjung di Taman Jayengrono. Misalnya spot khusus yang dinamakan Spot Mallaby dengan bentuk pola lantai tanpa aturan khusus pada penataannya.

Keberadaannya merupakan suatu penggambaran dari peristiwa hebat pada masa perjuangan yaitu sebuah ledakan mobil yang berhasil menewaskan seorang jenderal dari Inggris bernama Brigjend Mallaby. Tidak jauh dari tempat ini juga bisa dilihat replika mobil yang diledakan oleh pejuang kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya ada spot lain bernama Selasar Perjuangan berupa jejeran dinding. Pada dinding-dinding tersebut, termuat hiasan relief cantik dan didekatnya terdapat tonggak-tonggak dari bambu runcing yang diletakan pada tiga tempat yang berbeda.

Masing-masing punya jumlah 10, 11 dan 45 bambu runcing, merupakan penggambaran dari peristiwa bersejarah di Surabaya yang terjadi di tanggal 10 bulan 11 (November) tahun 1945. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan oleh pemerintah Indonesia.

Masih di Taman Jayengrono, berdiri sebuah panggung yang biasanya sering digunakan untuk menggelar berbagai macam pertunjukan dan atraksi seni atau budaya. Disekitarnya juga ada beberapa bangunan bergaya kolonial yang memang sudah berdiri di taman ini sejak zaman Belanda.

Sungguh sangat menyenangkan datang berkunjung di obyek wisata alam dan wisata sejarah di Taman Jayengrono ini. Terlebih untuk wisatawan dari luar daerah yang sedang liburan dan memilih hotel di Surabaya untuk menginap serta tertarik belajar perjalanan sejarah kota ini secara lebih lengkap.