Museum Kesehatan Surabaya, Memiliki Muatan Pendidikan dan Pengetahuan tinggi

Demi melestarikan warisan kebudayaan Indonesia, Departemen Kesehatan mendirikan suatu museum di kota Surabaya dan dinamakan Museum Kesehatan. Lokasinya ada di Jl. Indrapura 17, Kalurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Museum yang merupakan obyek wisata pendidikan ini buka setiap hari Senin sampai Jum’at dari pukul 09:00 hingga 15:15 WB. Harga tiket masuknya sangat murah hanya Rp. 1.500 saja per pengunjung.

Sejarah pendirian

Obyek wisata pendidikan ini bernama lengkap Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH dan berdiri pertamakali pada tahun 1990. Sedangkan pendirinya yaitu Dr. Haryadi Soeparto yang merupakan seorang dokter. Meski sudah berdiri sejak tahun 1990, namun peremiannya baru dilakukan pada tahun 2004 oleh Menteri Kesehatan pada waktu itu. Dr. Ahmad Sujudi.

Pada waktu yang bersamaan, di lokasi yang sama didirikan pula perpustakaan dengan koleksi utama buku, majalah, kaset rekaman, video dan media lainnya yang isinya mempunyai kaitan erat dengan perkembangan dunia keseharan di Indonesia.

Sebelum difungsikan menjadu museum, bangunannya digunakan sebagai rumah sakit khusus kelamin. Ketika itu rumah sakit kelamin ini merupakan rumah sakit terbesar di Asia Tenggara dan menyandang status sebagai rumah sakit internasional.

Pembagian ruang museum dan koleksi

Obyek wisata sejarah Museum Kesehatan Surabaya terbagi menjadi tiga ruangan dan masing-masing masing dibagi lagi jadi beberapa sub bagian. Ruang pertama adalah Ruang Kesehatan Sejarah dan yang kedua dinamakan Ruangan Kesehatan Iptek. Kemudian yang terakhir yaitu ruang ketiga, disebut ruang Kesehatan Budaya.

Ketika masuk pertama kali, wisatawan akan menjumpai patung Dewa Airlanggga dan aneka peralatan kesehatan lama. Selain itu juga bisa ditemui sex toys kuno, mikroskop, kursi khusus untuk menjalani proses persailnan, kursi pemeriksaan gigi dan sebagainya.

Uniknya, museum ini juga menyimpan koleksi boneka Nini Thowok dan Jaelangkung. Pada masa lalu, kedua boneka ini memang sering dipakai sebagai alat mistis untuk menyembuhkan penyakit.

Selanjutnya ada puluhan foto yang memperlihatkan kehidupan atau budaya masyakarat dari masa lalu yang sering memberlakukan penderita penyakit mental dengan cara dipasung. Lalu ada lagi koleksi lain berupa hewan-hewan yang sudah diawetkan. Hewan-hewan ini tidak lain adalah binatang yang dianggap dapat menyebarkan serangan penyakit di masyarakat.

Selain jaelangkung dan nini thowok, Museum Kesehatan Surabaya juga menyimpan berbagai benda koleksi lain yang juga mengandung aroma ghaib atau mistis. Misalnya peralatan yang diyakini bisa dijadikan sarana untuk menyantet atau mencelakakan orang lain.

Peratalan kesehatan yang merupakan hasil kemajuan zaman modern tentu tidak lupa ikut juga dipamerkan. Intinya, pengunjung tidak akan kecewa bahkan akan merasa sangat senang usai mendapat aneka pengetahuan baru di obyek wisata pendidikan Museum Kesehatan Surabaya.