Menyelami Sejarah dan Asal Usul Kota Surabaya

Siapa tidak mengenal Kota Surabaya yang memberikan banyak keunikan baik dari tempat wisata hingga kulinernya. Budaya masyarakat Surabaya sangat menarik dipelajari karena usianya yang sudah sangat tua. Oleh sebab itu banyak kalangan ingin mengetahui seperti apa sejarah dan asal usul dari Kota Surabaya.

Surabaya memiliki luas mencapai 333.063km persegi dengan total penduduknya kurang lebih 2.813.84 jiwa dan diprediksi akan terus bertambah. Dari kisah sejarahnya, tidak dapat lepas dari sosok sura atau ikan hiu dan baya atau buaya yang menjadi ikon kota Surabaya. Jika melihat sejarah Surabaya, harus melihat dari dua sisi yakni cerita rakyat beserta kisah sejarahnya.

Cerita rakyat

Jika kita melihat dari cerita rakyat Sura dan Baya merupakan gabungan dalam nama Surabaya, atau Churabaya pada awalnya. Pada zaman dahulu masyarakat mempercayai bahwa Churabaya menjadi tempat penyebarangan di tepi Sungai Brantas.

Bahkan nama Surabaya sudah tercantum dalam Pujasastra Negara Kertagama dengan penulisnya Mpu Prapanca. Maka dari itu nama Surabaya diduga berasal dari prasasti yang ditemukan pada zaman dulu.

Akan tetapi ada versi lainnya dimana Surabaya masih terikat dengan cerita hidup dan mati sosok Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Pada era kekuasaan kedua tokoh tersebut, terjadi perang melawan tentara Tartar dan Mongol. Selain itu Jayengrono yang menguasai ilmu buaya dianggap dapat mengancam kedamaian Majapahit,

Untuk mengatasi masalah tersebut, diutus Sewunggaling yang menguasai ilmu Sura. Jadilah perkelahian sengit dantara sura dan baya hingga memakan waktu selama tujuh hari tujuh malam. Sayangnya keduanya meninggal karena kehabisan tenaga sehingga tidak ada pemenangnya.

Zaman Hindia Belanda

Versi lainnya ketika Surabaya masih dijajah oleh Belanda, pusat kota Surabaya hanya di sekitar Jembatan Merah saja. Kemudian pada tahun 1920 mengalami pertumbuhan berupa munculnya daerah Darmo, Sawahan, Gubeng, dan Ketabang. Bahkan perkembangan Surabaya makin cepat pada tahun 1917 setelah terjadi pembangunan fasilitas modern di kota ini.

Terjadi juga pertempuran tahun 1942 dimana Jepang menjatuhkan bom ke Surabaya. Beberapa tahun berikutnya terjadi pertempuran antara Jepang dan Sekutu hingga memunculkan peristiwa paling fenomenal,  yaitu 10 November yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Itulah beberapa kisah singkat dari sejarah hingga asal usul dua kota Surabaya yang terdiri dari dua versi. Setiap kota pasti memiliki kisah sejarahnya masing-masing sehingga masyarakat wajib mengetahuinya. Rata-rata dari kemerdekaan hingga kemenangan dalam melawan penjajah akan dijadikan hari ulang tahun sebuah kota. Hal ini tidak berbeda jauh dengan Surabaya.