Mengintip dan Menjelajahi Lebih Jauh Museum Kanker Indonesia di Surabaya

Liburan ke museum sejarah pasti sudah biasa, atau museum seni, museum ilmu pengetahuan. Namun museum penyakit mungkin akan menjadi salah satu jalan-jalan yang tidak biasa. Dan sebenarnya museum semacam ini ada dan justru mampu memberikan pengetahuan baru bagi pengunjungnya, layaknya museum-museum lain.

Di Indonesia, khususnya Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, terdapat sebuah obyek wisata pendidikan berupa museum unik yaitu Museum Kanker Indonesia (MKI). Museum ini berada di Jl. Kayun No. 16 – 18, Surabaya. Menarik dan sangat penting untuk mengunjungi museum ini, karena mampu memberikan pengetahuan baru bagi pengunjung akan bahaya kanker serta langkah-langkah antisipasinya.

Museum Kanker Indonesia ini sering jadi rujukan bagi mereka yang ingin mengetahui seluk beluk penyakit kanker dan merupakan yang pertama di Indonesia. Museum Kanker Indonesia ini didirikan oleh Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada tanggal 2 November 2013.

Aneka koleksi museum

Museum Kanker Indonesia ini memiliki berbagai macam koleksi terkait penyakit kanker. Ada sekitar 30 alat peraga kanker yang dipamerkan di museum ini. Mulai dari alat peraga kanker tulang, kanker payudara, kanker sel getah bening, kanker paru-paru dan lain sebagainya.

Museum ini juga sudah dilengkapi double headed microscop untuk melihat sel kanker serta berbagai peraga terkait sel kanker lainnya. Di setiap sudut ruangan ada penjelasan mulai dari gejala hingga penanganan berbagai macam kanker.

Museum Kanker Indonesia didirikan atas prakarsa Ananto Sidohutomo yang tujuannya untuk sarana pendidikan, pengabdian kepada masyarakat dan tempat penelitian. Selain itu yang tak kalah penting, menjadi obyek wisata pendidikan dan pengetahuan di Surabaya.

Koleksi lainnya

Di museumi ini juga ikut dipamerkan koleksi sejarah, budaya, barang hingga deteksi kanker secara dini. Menyangkut juga penanggulangan kanker pada tiap tahapan promotif, preventif, deteksi dini, diagnostic, kuratif, rehabilitatif dan paliatif masa lalu, kini dan masa depan.

Juga ditampilkan data jumlah penderita kanker serviks yang meninggal di seluruh dunia dan di Indonesia. Angka itu akan terus bertambah setiap waktu, mengikuti jumlah penderita yang meninggal dunia. Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang menyebabkan kematian tertinggi bagi perempuan.

Museum ini mentargetkan pengunjung dari seluruh lapisan masyarakat. Tetapi mereka juga sangat fokus untuk menggaet pengunjung remaja yakni siswa SMA dan mahasiswa. Mereka menjadi pilihan karena kampanye pencegahan kanker akan jauh lebih berhasil.

Diharapkan, pendidikan secara dini dapat mencegah penyakit kanker berkembang lebih lanjut atau ada tindakan yang lebih dahulu untuk menyembuhkan. Jadi kesimpulannya obyek wisata pendidikan Museum Kanker Indonesia adalah sebuah tempat yang sangat menarik dipilih jadi lokasi liburan. Terutama ketika sedang liburan di Surabaya.