Meneladani Nilai Kepahlawanan di Monumen Jenderal Soedirman Surabaya

Siapa yang tak kenal dengan Jenderal Soedirman? Nilai kepahlawannya telah diajarkan sejak masih duduk di bangku sekolah. Dengan nama lengkap Raden Soedirman, Jenderal Besar  ini adalah tokoh perwira tinggi Indonesia pada masa revolusi. Jenderal Besar menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang secara luas dihormati tak hanya di lingkungan TNI tetapi juga masyarakat luas.

Jasanya memang sangat besar kepada bangsa Indonesia. Sebagai panglima besar, Soedirman pernah memerintahkan diadakannya serangan terhadap pasukan Inggris dan Belanda (sekutu) di Ambarawa.

Pertempuran ini dan penarikan diri tentara Inggris menyebabkan semakin kuatnya dukungan rakyat terhadap Soedirman. Selanjugnya beliau diangkat sebagai panglima besar pada tanggal 18 Desember. Selama tiga tahun berikutnya Soedirman jadi saksi kegagalan negosiasi dengan tentara kolonial Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Soedirman, serta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya yang mendampinginya saat sakit melakukan perjalanan kearah selatan. Mereka memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Itu hanya sedikit dari banyaknya jasa beliau. Tak heran apabila kemudian Soedirman dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Monumen peringatan

Karena kepahlawannya tersebut, banyak cara dilakukan untuk mengenangnya. Salah satunya dengan mendirikan monumen peringatan yang didirikan di berbagai daerah Indonesia. Salah satunya di Kota Surabaya yang memang identik sebagai Kota Pahlawan.

Monumen Jenderal Soedirman Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur berada di sebuah taman yang berada di Jalan Yos Sudarso. Tepatnya berada 50 meter setelah melewati jembatan yang melintas Kali Mas, menuju ke Gedung Balai Kota dari arah Balai Pemuda. Lokasinya sangat strategis di tengah kota yang memiliki lalu lintas ramai.

Di taman tersebut berdiri tegak patung Jenderal Soedirman dalam posisi tegak, dengan tangan tegap di samping dengan ujung celana masuk dalam sepatu boot. Sebilah pedang tampak menggantung di pinggang sebelah kiri. Pakaian yang dikenakan Jenderal Sudirman tampak menyerupai seragam PETA, kesatuan di mana Sudirman memperoleh pendidikan militernya.

Monumen ini kerap dikunjungi pelajar atau rombongan sekolah sebagai pengingat akan nilai-nilai perjuangan yang diajarkan oleh Jenderal Besar Soedirman. Monumen ini juga didirikan sebagai penanda pentingnya menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan taruhan nyawa demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Biasanya pada saat-saat tertentu, seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau saat Hari Pahlawan digelar berbagai acara di lokasi Monumen Jenderal Soedirman ini. Sedangkan pada hari-hari biasa, tidak jarang dijadikan obyek wisata pendidikan oleh beberapa sekolah. Selain itu taman dalam monumen ini juga kerap dipilih sebagai tempat untuk bersantai.