Masjid Rahmat Kembang Kuning, Menjadi Penanda Waktu Sholat di Surabaya

Semua masjid tua di Indonesia pasti mempunyai perjalanan sejarah serta nilai keistimewaan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan keberadaan Masjid Rahmad Kembang Kuning yang terletak di Jl. Kembang Kuning no. 79 – 81, Kalurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Masjid kuno yang juga menjadi tempat wisata religi atau wisata rohani ini merupakan masjid yang berperan sebagai penanda waktu sholat bagi warga Surabaya. Selain itu warga di sekitar Surabaya seperti Gresik dan Sidoarjo juga memilih masjid ini sebagai patokan waktu sholat.

Sejarah berdirinya Masjid Kembang Kuning

Bisa dikatakan, saat ini Masjid Kembang Kuning merupakan masjid paling megah di daerah Darmo dan sekitarnya. Tetapi ketika didirikan pertamakali pada abad XIV, kondisinya masih sangat sederhana. Bahkan bentuknya bukanlah sebuah bangunan masjid, tetapi hanya berupa surau saja dan terbuat dari material bambu serta rumput jerami.

Surau ini dibangun oleh Raden Rahmat yang terkenal dengan sebutan Sunan Ampel. Saat itu beliau baru kembali dari Kerajaan Majapahit. Sebelum tiba di Ampeldento (nama suatu desa di Malang), Sunan Ampel singgah di Kembang Kuning dengan menyeberangi Sungai Brantas menggunakan perahu.

Di Kembang Kuning, Sunan Ampel aktif menyebarkan ajaran Islam tetapi dapat penentangan dari tokoh daerah setempat yang bernama Mbah Wirasoeroyo atau Ki Mbang Kuning. Ketika itu sosok ini masih menganut ajaran agama Hindu. Penentangan tersebut pada akhirnya dapat dimenangkan oleh Sunan Ampel dan Ki Mbang Kuning bersedia masuk Islam.

Selanjutnya oleh Ki Mbang Kuning, Sunan Ampel dijadikan menantu dan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Karimah. Selanjutnya Sunan Ampel mendirikan surau yang dijadikan pusat syiar agama Islam di Kembang Kuning. Surau inilah yang jadi awal berdirinya Masjid Rahmat yang namanya diambil dari nama asli Sunan Ampel.

Peran Masjid Rahmat di masa sekarang

Hingga saat ini tidak diketahui secara pasti sejak kapankah Masjid Rahmat Kembang Kuning dijadikan acuan untuk menentukan waktu sholat bagi warga Surabaya dan sekitarnya. Tetapi yang jelas sebelum terdengar kumandang adzan dari Masjid Rahmat Kembang Kuning, maka masjid lainnya juga tidak akan mengumandangkan suara adzan.

Menurut kabar yang beredar di masyarakat, konon saat dibangun pertamakali masjid ini telah mempunyai arah kiblat secara tepat ke Kakbah di kota suci Mekkah. Bahkan sampai sekarang arah kiblatnya tidak mengalami perubahan atau pergeseran sedikitpun.

Selain itu hingga saat ini, Masjid Rahmat Kembang Kuning masih menjalankan ajaran Sunan Ampel secara rutin seperti membaca wiridan, tahlilan dan megengan. Untuk pelancong yang suka dengan kegiatan wisata rohani dan wisata religi, pasti akan merasa senang mengunjungi masjid ini saat berlibur di Surabaya.