Masjid Cheng Ho, Obyek Wisata Religi Surabaya Bernuansa Negeri China

Meski bukan merupakan bangunan lama, namun Masjid Cheng Ho yang ada di kota Surabaya punya daya tarik yang berbeda. Sebab, semua ornamennya dipenuhi aroma China. Masjid yang dibangun pada tahun 2001 hingga 2002 ini terletak di Jalan Gading No.2, Ketabang, Genteng Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Latar belakang pembangunan

Cheng Ho adalah sosok yang namanya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia khususnya pemeluk agama Islam dan keturunan Tionghoa. Dia adalah seorang laksamana dari Tiongkok yang pada sekitar abad XIV hingga XV pernah menjelajahi nusantara.

Sejak usianya masih muda, Cheng Ho sudah menjadi penganut ajaran Islam yang selalu taat menjalankan perintah agama. Pada tahun 1368 M dia mendapat kepercayaan dari Kaisar Zhu Di untuk mengadakan penjelajahan ke seluruh dunia.

Dalam perjalanan melalui lautan tersebut, Laksamana Cheng Ho sempat tinggal beberapa kali di daerah pesisiran Indonesia dan salah satu tempat yang disinggahi adalah Surabaya. Sambil membawa pesan dari Kaisar Zhu Di, Cheng Ho juga aktif menyebarkan ajaran Islam di kota tersebut.

Atas jasa serta peranannya dalam penyebaran agama Islam inilah kemudian muncul gagasan mengabadikan nama Laksamana Cheng Ho dalam bentuk bangunan masjid. Proses pendirian pertamakalinya bertepatan dengan perayaan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 15 Oktober 2001.

Gaya arsitektur yang sangat unik

Masjid Cheng Ho Surabaya didirikan diatas suatu lahan seluas 3.070 m2. Gaya arsitekturnya meniru Masjid kuno, Niu Jie di Beijing China terutama di bagian atapnya. Sedangkan bagian lainnya, tetap menggunakan desain Tiongkok namun dipadu dengan gaya arsitektur Jawa dan Arab.

Setiap bagian bangunan memiliki makna dan nilai filosofi yang berbeda-beda. Panjang ruang utamanya berukuran 11 m, sama persis dengan ukuran Kabah saat pertamakali didirikan Nabi Ibrahim. Sedangkan lebarnya 9 m, sesuai jumlah wali yang mensyiarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa (Wali Songo).

Sebelum masuk ke ruang utama tersebut, traveler akan melewati pintu dengan bentuk seperti pagoda. Hiasannya berupa relief bergambar naga dan singa berbentuk kaligrafi dengan tulisan berlafal ‘Allah’.

Selain itu banyak sekali makna-makna simbolis yang dapat ditemukan oleh wisatawan ketika berkunjung di masjid ini. Mulai dari serambi, atap, anak tangga dan semua ornamen yang ada di ruangannya. Semua merupakan representasi ajaran Islam dan budaya Jawa serta China.

Secara keseluruhan, Masjid Cheng Ho Surabaya didominasi oleh warna merah, hijau, kuning dan biru yang mengandung makna kebahagiaan, kemakmuran, harapan dan kemasyuran. Jadi jika ada traveler ingin menggapai semua harapan tersbut, silahkan datang obyek wisata religi ini sambil bersujud di hadapan Allah, kemudian diiringi dengan usaha.