Kampung Bulak Surabaya, dari Kumuh Berubah Jadi Ikon Wisata Budaya

Di era teknologi sosial media seperti sekarang ini, berwisata tak hanya tentang mengunjungi sebuah destinasi wisata konvensional. Namun hal-hal sederhana di sekitar lingkungan sendiri dapat dijadikan sebagai obyek rekreasi seru dan keren. Syaratnya cuma satu, daerah tersebut harus memiliki nilai artistik saat dipotret dan diposting di sosial media.

Gagasan baru

Rekreasi budaya semacam ini kebanyakan dilakukan oleh anak-anak muda atau biasa disebut generasi millenial. Dari sinilah kemudian, muncul gagasan atau ide kreatif untuk mengubah daerah yang biasa menjadi tidak biasa, bahkan daerah kumuh menjadi ikon.

Konsep ini pula yang sedang terjadi di Kampung Bulak, Kenjeran, Surabaya. Kampung yang sebelumnya kumuh saat ini berhasul disulap menjadi kampung yang terlihat artistik karena rumah-rumah yang berada di sana sudah dicat warna-warni.

Memang mungkin idenya bukan yang pertama mengingat beberapa kota di Indonesia sudah melakukan langkah serupa. Namun, tetap menjadi ide seru karena di Surabaya, dengan dimotori oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kampung yang kumuh ini menjadi indah, bahkan populer.

Harmonisasi Warna

Konsepnya adalah mengecat warna dinding rumah dengan warna yang mencolok. Tak hanya berbeda warna antara satu rumah dengan rumah lainnya, namun satu rumah juga dicat dengan warna berbeda dan terlihat kontras. Misalnya dindingnya diberi cat kuning, gentingnya dicat merah. Hal seperti dilakukan di banyak rumah yang berada di pinggiran sungai tersebut.

Pengunjung yang ingin datang dan mengambil foto maupun berfoto selfie di lokasi ini bisa masuk dari arah Kenjeran Park menuju ke arah Kenjeran Lama. Setelah itu akan melewati Jembatan Suroboyo.

Dari Jembatan Suroboyo inilah traveler bisa melihat warna-warni keindahan Kampung Bulak ini. Memang akan kelihatan lebih bagus bila kita memotret dari arah yang agak jauh sehingga harmonisasi seluruh warna di kampung tersebut tertangkap semua. Apalagi jika obyek wisata budaya dengan konsep terbaru ini dijadikan lokasi selfie, hasilnya akan jadi lebih indah.

Untuk bisa berkunjung ke kampung ini ada harga tanda masuk. Namun itu pun sangat murah hanya Rp 2.000 saja. Anggap saja ini sebagai kontribusi agar segenap warga setempat daapt mempertahankan keindahan kampung tersebut.

Walikota Surabaya sendiri berharap kampung yang sebelumnya kumuh ini bisa menjadi ikon baru wisata budaya Kota Surabaya. Selain mendukung penataan kota yang bersih, juga dapat menjadi daya tarik bagi para traveler agar semakin betah berlama-lama liburan di kota ini.