Hutan Mangrove Wonorejo, Obyek Wisata Alam nan Rupawan di Surabaya

Panas, itulah kesan pertama yang sering dirasakan para traveler saat berlibur di kota Surabaya Jawa Timur. Tapi ketika pergi ke kawasan pesisir, akan ditemui sebuah destinasi liburan yang selalu terasa sejuk sepanjang hari yaitu Hutan Mangrove Wonorejo. Keberadaannya menjadi bukti jika Surabaya menyimpan potensi wisata alam yang sangat layak dan wajib didatangi.

View utama

Hutan Mangrove Wonorejo berada di sebuah area seluas sekitar 200 hektar dan penuh dengan tanaman rimbun yang mampu menyegarkan suasana. Di tempat ini terdapat aneka satwa yang terdiri dari kurang lebih 30 spesies. Sebagian besar diantaranya merupakan hewan langka dan dilindungi.

Sebagaimana hutan mangrove di tempat lain, view utama Hutan Mangrove Wonorejo adalah tanaman bakau yang jenisnya ada bermacam-macam. Semuanya tumbuh subur sesuai dengan habitat aslinya, termasuk berbagai hewan langka yang tinggal dan berkembangbiak di tempat tersebut.

Apabila sedang beruntung, saat berjalan-jalan wisatawan dapat bertemu dengan sebagian dari hewan ini. Satu diantara yang sering menampakan diri adalah kera ekor panjang yang sering bergelantungan di cabang-cabang pohon bakau. Suara cicitan dan kicauan burung juga sering terdengar jelas di sela-sela pepohonan, seakan-akan memecah kesunyian.

Selain itu tidak jarang muncul segerombolan burung-burung pantai yang berkeliaran bebas. Biasanya burung-burung ini menjadikan kawasan Hutan Mangrove Wonorejo sebagai lokasi transit untuk bermigrasi atau pindah ke tempat lain.

Fasilitas wisata yang tersedia.

Hutan Mangrove Wonorejo merupakan kawasan wisata alam yang dikelola secara profesional oleh pemerintah daerah setempat. Karena itu tidak mengherankan apabila fasilitasnya cukup lengkap dan mampu membuat setiap wisatawan merasa nyaman saat berlibur di obyek ini.

Fasilitas tersebut antara lain adalah kapal kecil tanpa mesin atau perahu yang bisa disewa dan digunakan untuk melakukan kegiatan eksplorasi dalam hutan. Jika semua bagian hutan ingin dinikmati keindahannya, diperlukan waktu sekitar 1,5 jam berperahu.

Setelah puas mengelilingi hutan, traveler dapat menikmati makanan di restoran dengan menu-menu khas Jawa Timur. Bagi yang membawa bekal makanan sendiri, tersedia tempat khusus untuk melepas lelah sambil makan di gazebo. Bangunan berdesain semi permanen ini sangat cocok digunakan sebagai tempat beristirahat atau sekedar makan dan ngobrol besama teman perjalanan.

Mushola dan toilet juga disediakan, khususnya bagi wisatawan yang mau menjalankan ibadah sholah dan mandi atau membersihkan diri. Kemudian untuk traveler yang ingin belanja oleh-oleh tersedia pula toko suvenir dengan dagangan utama batik motif mangrove dan cideramata bergaya etnik Jawa Timur.

Untuk memasuki Hutan Mangrove Wonorejo, wisatawan dewasa hanya perlu merogoh kocek 25 ribu rupiah saja untuk beli tiket. Bahkan, untuk wisatawan anak-anak harga tiketnya lebih murah, 15 ribu rupiah.