Gereja Kepanjen Surabaya, Obyek Wisata Religi Bernuansa Neo Gothik Paling Keren

Bicara tentang wisata religi dan sejarah, Surabaya memang selalu menjadi gudangnya. Sebab kota ini usianya juga sudah sangat tua. Apabila traveler singgah di kawasan Kepanjen, berdiri sebuah bangunan gereja tua dengan gaya arsitektur yang sangat unik, penuh aroma neo gothik dengan desain khas kolonial Belanda.

Gereja ini memiliki nama panjang Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Tapi oleh masyarakat sekitar lebih sering disebut dengan nama singkat, Gereja Kepanjen. Letaknya ada di Jl. Kepanjen 4-6, Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Sejarah pendirian

Sejarah pendirian Gereja Kepanjen Surabaya bermula dari kedatangan dua orang pastor asal Belanda, Hendrikus Waanders Pr dan Philipus Waanders Pr pada 12 Juli 1810. Mereka inilah yang jadi pastor pertama di kota buaya tersebut. Tetapi tidak lama kemudian Pastor Philipus Waanders Pr mendapat tugas di Jakarta dan tinggal Hendrikus Waanders Pr seorang diri saja.

Saat menjalankan tugasnya, Pastor Hendrikus Waanders Pr membangun rumah ibadah pada 1815 sekaligus mendirikan stasi Surabaya. Lalu tujuh tahun berikutnya, stasi ini mempunyai gereja yang peresmiannya dilaksanakan pada 22 Maret 1822.

Gereja yang didirikan Pastor Hendrikus Waanders Pr ini berada di Roomsche Kerkstraat atau Komedie Weg. Kawasan tersebut sekarang berubah nama menjadi Kebonrojo atau Kepanjen. Dalam perjalanannya, gereja ini mengalami pernah kerusakan parah kemudian dibangun lagi gereja baru sebagaimana yang bisa disaksikan oleh traveler saat ini.

Arsitektur bangunan

Gereja Kepanjen Surabaya dibangun diatas 799 tiang pondasi kayu galam Kalimantan yang ditanam dalam kedalaman 15 m. Pintu utamanya diapit oleh patung Santo Petrus dan Santo Paulus. selain itu ada dua pintu lain di kiri kanan pintu utama.

Ketika traveler mendongakan kepala keatas, terlihat menara kembar setinggi 15, menjadikan gereja ini tampak semakin megah dan gagah. Nuansa neo gothik pertama muncul dari dinding batu bata dan pilar-pilar berukuran 12 m. Atapnya yang berbentuk kubah makin menguatkan nuansa tersebut.

Jendela bundar yang ada di sisi-sisi dinding memiliki ukuran sangat besar, sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai sirkulasi udara secara sempurna. Jendela dengan desain rose window ini juga merupakan ciri utama pada arsitektur neo gotik.

Masuk ke bagian dalam, traveler dapat melihat dekorasi langit-langit dari kayu melengkung dengan tampilan yang begitu mempesonakan mata. Aneka ornament yang ditata dengan rapi di beberapa bagian dinding menambah kesan anggun ruangan tersebut.

Saat ini destinasi wisata religi dan sejarah ini masih digunakan untuk menyelenggarakan misa dan ritual keagamaan Katolik lainnya. Meski demikian pengelolanya selalu terbuka bersedia menerima kunjungan traveler dari penganut agama apa saja. Jadi jangan sungkan berkunjung agar dapat menikmati keunikan bangunan Gereja Kepanjen tersebut.