Cak Kartolo, Tokoh Seniman Ludruk Paling Kondang Dari Surabaya

Cak Kartolo, bagi masyarakat Surabaya bukan merupakan sosok yang asing lagi. Cak Kartolo lahir di Pasuruan, Jawa Timur tahun 1945, tepatnya di tanggal 2 Juli. Cak Kartolo merupakan seniman lawak serta pemain ludruk. Cak Kartolo sudah aktif di dalam seni Ludruk semenjak era 1960-an.

Cak Kartolo mendirikan grup Luduk Kartolo CS. Cak Kartolo meniti karier di beberapa grup ludruk. Cak Kartolo bahkan pernah bergabung dalam ludruk Dwikora yang dimiliki oleh Zeni Tempur V Lawang, Malang serta Ludruk Marinis Gajah Mada Surabaya.

Selanjutnya Cak Kartolo mendirikan Ludruk Kartolo CS. Sebelum membentuk lawak ludruk, dia sempat bergabung dalam Ludruk RRI Surabaya, bersama dengan seniman ternama seperti Markuat, Munli Fatah dan Kancil.

Ludruk Kartolo CS

Kartolo CS awal mulanya terdiri dari Kartolo, Sapari, Basman, Munawar, Sokran, serta Tini. Mereka masuk dalam kesenian Karawitan Sawunggaling Surabaya. Masing-masing pemain memiliki karakter unik serta khas, bahkan mereka memiliki tata bahasa sendiri.

Semisal Cak Kartolo, tampil menjadi yang paling cerdas sehingga dalam cerita sering ngakali pemain lain. Sedangkan Basman, memiliki suara besar dan omongan yang terkesan nyerocos, Dia suka nakal namun sering menjadi korban. Seringnya, ludruk ini juga dilengkapi dengan bintang tamu. Bintang tamunya antara lain Markeso, Cak Sidik, Marlena dan Blonthang.

Masuk ke dapur rekaman

Derap langkah Cak Kartolo melestarikan ludruk diawali dengan melakukan suatu kolaborasi. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan Karawitan Sawunggaling Surabaya yang dipimpin oleh Nelwan S Wongsokadi. Mereka kemudian masuk dapur rekaman. Rekaman ini sendiri berisi kidungan parikan yang diselingi dengan guyonan era 80-an.

Pada masa tersebut 95 volume bisa direkam dan dilempar ke pasar. Sungguh di luar dugaan, masyarakat Jawa Timur menyambutnya dengan semangan antutias luar biasa. Album-album terbaru mereka senantiasa ditunggu oleh penggemarnya.

Tetapi, formasi tersebut tidak bertahan hingga sekarang, karena yang tersisa dari formasi ini hanya Tini, Sapario dan Kartolo. Sedangkan rekannya Munawar, Basman dan Sokran telah meninggal dunia. Hingga sekarang Kartolo dan Sapari masih sering tampil di televisi daerah Surabaya.

Walaupun sudah jarang masuk dapur rekaman, Cak Kartolo dan teman-teman masih sering memperoleh panggilan pentas. Di dalam satu bulan, Cak Kartolo dan teman-teman bisa 5 kali naik pentas. Meskipun, dulunya mereka bisa pentas hingga 10 kali dalam satu bulan.

Dalam pentas-pentas secara resmi, kesenian ludruk Cak Kartolo sering dipentaskan bersama dengan dangdut, campursari. Bahkan tidak jarang menjadi bintang tamu pertunjukan wayang kulit.